Kamis, 30 Mei 2013

Jenis Ballast HID

Maraknya pemakaian Lampu jenis HID XENON di kendaraan baik roda empat maupun di kendaraan roda dua saat-saat ini, membuat para penyuplai ataupun importir Lampu HID berlomba-lomba untuk menjadi pesaing antara satu importir dengan importir lainnya. Kita sebagai konsumen atau pemakai ada baiknya mengetahui jenis dari HID itu sendiri maupun part dari HID itu sendiri. 
Jika anda sebagai konsumen yang baru mau menggunakan Lampu HID XENON saya sarankan jangan hanya berpatokan dengan harga yang MURAH.. Memang jika dilihat HID XENON yang murah maupun yang mahal sekalipun tidaklah berbeda, mulai dari fisik hingga qualitas sinar hampir sama. Tapi jika dibandingkan pada saat anda mengaplikasikan HID XENON tersebut pada motor anda, anda baru akan menyadari bahwa kepuasaan yang nomor 1, bukan HARGA...

Berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan dan anda ketahui jika anda sebagai konsumen (pengguna) Lampu HID baru (awam).
  • Kelvin pada Bulb (Bohlam) itu bukanlah patokan bahwa semakin besar Kelvin semakin terang pula qualitas cahaya / sinar dari bohlam HID itu sendiri. Kelvin disini adalah satuan dari warna lampu HID XENON. Semakin besar kelvin yang terdapat di bohlam, maka qualitas dari cahaya akan semakin pudar (Biru). Jenis-jenis Kelvin yang terdapat di Bohlam HID XENON mulai dari 4.300K (warna sinar yang dihasilkan adalah putih  kekuningan), 6.000K (Putih), 8.000K (Putih kebiruan), diatas 8.000K (warna cahaya yang dihasilkan akan semakin biru).

Kelvin HID XENON yang banyak dipasaran



  • Masa Garansi HID Xenon dan macam-macam Garansi. Masalah pada Garansi untuk HID XENON memang tidaklah penting, Namun alangkah baiknya pada saat anda membeli HID XENON anda menanyakan untuk masalah garansi dari merk produk yang anda beli tersebut, ini dikarenakan anda mengeluarkan biaya untuk menggunakan lampu HID di motor anda menjadi tidak sia-sia, dan anda juga tidak merasa dirugikan dengan produk yang kurang berqualitas. Dari semua merk HID yang terdapat di seluruh Jakarta hampir seluruhnya akan diberikan garansi untuk HID, mulai dari 3bulan - 12bulan. Saya sendiripun tidak menyarankan anda membeli HID dengan tidak menggunakan garansi entah itu diberikan hanya 1bulan atau 1tahun. Dan Garansi yang saya ketahui itu adalah jika part dari Bulb rusak maka yang berlaku garansi adalah hanya Bulb (Bohlam) nya saja, jika Ballast rusak maka garansi hanya berlaku untuk Ballastnya saja bukan berarti anda diberikan garansi, dan jika terjadi kerusakan pada salah satu part maka seluruhnya akan diganti dan diberikan garansi. Garansi pun tidak akan berlaku jika kabel socket pada lampu HID maupun Ballast sudah terpotong (dimodifikasi), usahakan pada saat pemasangan jangan ada kabel socket lampu dan ballast yang terpotong. Lain halnya dengan kabel set relay.

  • Dan yang terakhir adalah jenis dari Ballast HID itu sendiri. Ballast adalah penentu dari baik atau tidaknya qualitas dari HID XENON itu sendiri. Pengalaman saya pribadi kerusakan yang sering terjadi pada HID XENON adalah kerusakan pada Ballast HID tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan sering terjadinya kerusakan pada ballast HID. Mulai dari pemasangan instalasi yang tidak benar sehingga menyebabkan konsleting dan akan merusakan komponen pada Ballast tersebut. Jika pemasangan benar dan baik Ballast mengalami kerusakan pada waktu tertentu itu disebabkan qualitas dari ballast tersebut memang kurang baik.
Ada beberapa jenis ballast yang tersedia dipasaran, yaitu:
  1. Ballast DC
  2. Ballast AC


Jenis-jenis Ballast HID


Pada umumnya jenis ballast HID saat ini adalah berjenis DC. Yang dimaksudkan dengan DC atau AC adalah bukan dari untuk jenis pemakaian motornya DC atau AC, melainkan system didalam Ballast HID itu sendiri, dan output yang dikeluarkan dari ballast ke lampu berjenis tegangan DC atau AC. Sedangkan Input pada ballast itu sendiri adalah sama, yaitu 12Volt DC. 
Menurut pengalaman saya pribadi jenis Ballast AC lah yang terbaik, mulai dari sinar cahaya yang dihasilkan akan lebih stabil dibandingkan dengan Ballast DC pada saat HID ON. Jika pada ballast DC pada saat anda menyalakan lampu sinar cahaya dari bohlam HID akan sedikit bergoyang, berbeda dengan ballast berjenis AC. Untuk qualitas umur pakai ballast dengan system AC akan lebih panjang dibandingkan dengan ballast dengan jenis DC. Disini saya tidak akan memberikan gambaran yang terlalu jauh mengenai perbedaan jenis ballast AC dan DC, saya hanya akan memberikan gambaran jenis-jenis HID dan memberikan supaya anda dapat memilih jenis HID yang terbaik.

Berikut cara membedakan jenis ballast AC atau DC.
1. Secara fisik ballast AC dan DC tidak berbeda, yang dapat membedakan hanya jika anda memperhatikan sinar cahaya yang dihasilkan dari bohlam HID tersebut.
2. Ballast dengan jenis AC dapat diukur dengan alat Ampere Meter pada outputnya, berbeda dengan ballast berjenis DC, yang tidak dapat diukur arus outputnya menggunakan Ampere Meter.

Alat pengukur Ampere pada arus AC
3. Cara yang sangat mudah untuk mengetahui jenis dari ballast itu sendiri adalah pada saat anda menyalakan lampu HID dengan ballast berjenis AC akan terdengar suara seperti anda baru menswitch ON mobil menswitch ON kunci kontak pada motor-motor baru yang menggunakan system PGM-FI *niitttttt, seperti di link Video berikut.




4. Yang terakhir jika Ballast DC dan AC dinyalakan secara bersamaan akan terlihat jelas perbedaan yang signifikan, bahwa sinar lampu dari Ballast DC akan seperti lilin (cahaya bergoyang / tidak stabil). Berbeda dengan sinar yang dihasilkan dari Ballast AC, hasil sinar lebih stabil dan sinar kelvin akan terlihat lebih tegas.


















































Rabu, 01 Mei 2013

Salah Pemasangan Kiprok

Hari ini Tanggal 01-Mei-2013, ada pemilik motor Yamaha Xeon datang untuk memasang RTC di motornya, yang dikarenakan AKI motornya tekor setelah menggunakan Lampu HID. Menggunakan 2 set Lampu HID dengan daya 35watt dan aki masih standrat 3.5Amp. Setelah penulis cek pengisian sudah menggunakan Kiprok Tiger dengan merk Fukuyama. Tidak ada masalah dengan kiproknya tapi setelah penulis meneliti pemasangan kirpok tiger ini salah dan pengisian pada aki mencapai 17Volt bahkan lebih ketika penulis ukur dengan Multitester Digital.

Yamaha Xeon pada saat dibongkar


Pemasangan Kiprok tiger sebaiknya diaplikasikan ketika System jalur spull dari motor itu sendiri sudah dirubah. Jika Kiprok Tiger hanya diaplikasikan ke motor dan system jalur spull tidak dirubah itu sama saja anda seperti menggunakan kiprok bawaan (standart) motor. Dan setelah jalur spull dirubah, jalur pada kabel ex kiprok lama ada perubahaan, itu dikarenakan kiprok tiger merupakan kiprok berjenis DC dan memiliki Pin socket kaki 5, berbeda dengan kiprok standart bawaan motornya. *Disini penulis tidak menjelaskan bagaimana merubah jalur pada spull, dikarenakan penulis hanya mau share jangan sampai ada lagi pengguna HID merasa tertipu pada saat membeli HID dan mau membesarkan pengisian AKI.
Seperti gambar dibawah ini, system pengisian menggunakan Kiprok Tiger yang salah.




gbr. 1

Jelas terlihat pada gbr. 1 bahwa kabel kiprok yang terhubung dari kiprok untuk menuju ke kabel ex kiprok lama, ada beberapa kabel yang tidak dihubungkan seperti gambar diatas. Dan kabel yang dari spull bawah (ex kiprok lama) juga tidak terhubung kemanapun, hanya di tutup dengan solatip hitam saja. seperti gbr. 2 dibawah ini.





gbr. 2
























Bukan hanya kabel ex kiprok yang dikondisikan seperti gambar diatas, namun setelah, kabel ex kiprok sudah dibereskan dan setelah dipasang RTC tapi pengisian tidak juga mengalami perubahan pada aki. Setelah penulis meneliti kembali, ditemukan lagi kesalahan fatal pada bagian jalur yang keluar dari spull motor, seperti gambar dibawah ini.


gbr. 3


Sudah tidak diragukan lagi, jika pengisian di atas (ex kabel kabel kiprok) tidak mengeluarkan tegangan maka kabel yang keluar dari spull tidak tersambung untuk mensuplly tegangan ke kiprok yang kemudian akan masuk ke aki sebagai tegangan pengisian. Dapat dilihat, kabel putih (Jalur spull untuk pengisian) dan kabel kuning (jalur spull lampu) pada gambar diatas dipotong. Hal inilah yang menyebabkan pengisian aki akan melebihi dari kapasitas aki, dan akan mengakibatkan aki menjadi rusak karena overcharge, yang akan disusul rusaknya ballast HID dikarenakan voltase yang berlebihan pada aki.


Penulis menyimpulkan bahwa, aki pada motor Yamaha Xeon ini tidak mengalami kekurangan tegangan (Tekor), melainkan mengalami kelebihan Tegangan (Overcharge). Pada saat lampu HID tidak digunakan / dinyalakan, pengisian pada motor ketika RPM dalam keadaan tinggi maka pengisian akan overcharge, dan setelah lama digunakan tanpa menyalakan lampu HID aki mengalami kerusakan pada sel-sel aki tersebut. Dan pada saat Lampu HID digunakan (Dinyalakan) aki mengalami penurunan Tegangan yang drastis, ini dikarenakan lampu HID pada Yamaha Xeon menggunakan 2 lampu, dan dinyalakan pada saat bersamaan. Dengan kondisi aki yang standart 3.5Amp, dan aki dalam keadaan yang kurang baik, maka terjadilah penurunan Tegangan (Tekor).
Ada baiknya jika anda mau menggunakan Lampu HID pada motor anda coba untuk konsultasikan terlebih dahulu apa saja yang diperlukan untuk memperbesar pengisian aki, supaya aki tidak mengalami ketekoran pada saat menggunakan HID dan tidak terjadi Overcharge pada saat  pengisian sudah diperbesar. 


Yamaha Xeon + RTC Sytem

Kamis, 28 Maret 2013

Kesalahan Pemasangan HID

Sebagai pengguna lampu HID, ada baiknya kita juga diharuskan mengerti beberapa langkah pemasangan-pemasangan lampu HID pada motor kita sendiri. Disini kita akan membahas beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan lampu HID, yang sering dianggap tidak lah penting bagi si pemasang lampu HID / Mekanik.
Sebagai contoh kita gunakan Suzuki Satria FU yang mau menggunakan RTC untuk pengisiannya. HID menggunakan merk Vynix. Untuk intalasi pemasangan HID tidak ada masalah, namun ketika penulis membongkar system pengisian yang digunakan adalah menggunakan system Cabut Kabel Kuning pada kiprok. gbr.1

Kabel Kuning di kiprok Dilepas

Hal yang seperti ini memang sangatlah mudah dan relatif tidak mengeluarkan biaya tambahan apapun untuk mengatasi masalah aki tekor. Namun perlu diketahui bahwa pengisian dengan cara ini dapat merusak system digital pada spedometer Suzuki Satria FU. Karena pada saat RPM tinggi Voltase yang dihasilkan mencapai 17Volt bahkan lebih. Namun ada perbedaan di  Satria FU 150 keluaran terbaru saat ini. Sangat disarankan untuk instalasi pemasangan Lampu HID, ada baiknya bertanya terlebih dahulu kepada ahlinya, atau bisa langsung dipasangkan pada ahlinya agar mendapatkan hasil yang lebih baik. 
Setelah diperhatikan lagi pemasangan pada instalasi untuk merubah system kelistrikan lampu dari AC (Lampu dapat dinyalakan jika mesin dihidupkan) menjadi DC (Kunci kontak ON lampu dapat dinyalakan tanpa harus menghidupkan mesin), dengan cara melepas kabel kuning yang menghubungkan kiprok dengan spull lampu. gbr.2

gbr.2 Kabel kuning Dilepas untuk merubah system menjadi DC


Untuk merubah system dari AC menjadi DC cukup melepas kabel kuning dari socket yang menuju saklar on/off lampu dan menyambungkan dengan + (plus) kunci kontak. System kita ambil dari motor Yamaha MIO, Pada umumnya merubah system AC menjadi DC sama saja pada setiap motor. gbr.3a - c

gbr.3a Kabel kuning dihubungkan dengan kunci kontak

gbr.3b Kabel tambahan sebagai jumper

gbr.3c Socket + (plus) kunci kontak



Kemudian agar lampu HID bisa bekerja dengan baik sesuai dengan kegunaan lampu (Bisa Highbeam dan Lowbeam) dari instalasi adalah menghubungkan kabel High / Low dari set relay HID ke Kabel High / Low soocket motor. Pemasangan yang salah adalah seperti gbr.4 berikut ini



gbr.4 Pemasangan kabel yang tidak baik



















Pemasangan kabel hi/lo dari set relay HID yang tidak benar, dapat mengakibatkan HID cepat rusak, (Hi/Lo tidak berfungsi atau tidak nyala). Hal ini disebabkan kabel yang dihubungkan seperti gambar diatas kemungkinan akan menimbulkan konsleting karna kabel yang terhubung, sehingga Hi/Lo HID tidak berfungsi dengan baik.
Pemasangan yang baik adalah melepas skun Hi/Lo motor dari socketnya, kemudian baru dihubungkan dengan kabel Hi/Lo dari set relay HID. gbr. 5


gbr. 5


Jika kabel sudah terhubung, gunakan isolasi bakar atau isolasi hitam untuk menutup kabel yang sudah dihubungkan tersebut..
Sebelum kabel plus (+) dan minus (-) set relay HID dihubungkan ke AKI sebaiknya sekering pada set relay HID kita lepaskan terlebih dahulu, hal ini untuk menghindarkan terjadinya konsleting jika saja ada kabel yang dengan tidak sengaja terhubung ke Body motor (Ground).

Untuk jenis Motor Injection yang sangat perlu diperhatikan adalah, bagian pemasangan Saklar tambahan untuk Lampu. Karena system lampu pada jenis motor ini berbeda dengan jenis motor yang masih menggunakan Karbu.
Untuk lebih jelas tentang pemasangan di motor Injection, Klik disini






Rabu, 13 Maret 2013

Voltmeter Digital

Ketika anda menggunakan Lampu HID atau alat-alat variasi lainnya yang membutuhkan Tegangan yang lebih dari AKI motor anda, ada baiknya terlebih dahulu anda mengetahui kondisi dari AKI motor anda itu sendiri. Salah satu cara untuk mengetahui apakah aki motor anda masih baik atau sudah kurang baik bahkan sudah tidak layak pakai adalah dengan menggunakan MULTITESTER DIGITAL atau MULTITESTER ANALOG. 

Multitester Digital


Untuk lebih mempermudah melihat perhitungan pada aki, sebaiknya kita gunakan multitester digital. Selain akurat multitester digital juga mudah diaplikasikan.
Cara penggunaannya :
1. Posisikan pengaturan Multitester Digital pada V-- .20 (yang artinya batas maksimum Voltase yang akan diukur adalah 20Volt DC). Gbr1

Gbr1



















2. Langkah berikutnya letakkan pin + (Plus) dan - (Minus) Multitester Digital pada + (Plus) dan (-) Minus AKI motor. Dan kemudian lihat Voltase pada layar penunjuk Multitester Digital. Gbr2

Gbr2

Kondisi AKI motor yang baik adalah :
- Ketika mesin tidak dihidupkan Voltase pada posisi 12.2 - 12.5volt
- Ketika mesin hidup dan pada posisi langsam 12.4 - 12.7volt
- Pada saat mesin dihidupkan dan posisi RPM tinggi Voltase menunjukkan 12.8 - 13.5volt
- Jika pada saat RPM tinggi Voltase aki menunjukkan >15Volt maka aki dalam keadaan tidak normal.
- Dan pada saat keadaan langsam aki turun hinggan <12Volt, aki sudah tidak layak pakai.

Multitester Digital biasanya hanya digunakan pada saat pengecekan aki motor saja, dan biasanya hanya digunakan oleh bengkel-bengkel motor saja. Bagaimana jika anda mau mengetahui setiap saat, kapan pun, dan dimana saja kondisi dari aki motor anda?
Sekarang ini banyak dipasaran yang menjual alat Voltmeter Digital dengan ukuran mini, sehingga dapat dengan mudah diaplikasikan / dipasang di motor, sehingga anda dapat dengan mudah mengkontrol kondisi Aki motor anda. 


Volmeter Digital


















Bentuk fisik yang kecil memudahkan anda untuk mengaplikasikan di motor anda, selain itu juga akurasi perhitungannya mencapai 99%, anda tidak lagi direpotkan dengan hal AKI bermasalah atau aki motor anda menjadi drop pada saat anda menggunakan Lampu HID dan alat-alat Variasi lainnya yang membutuhkan Voltase yang cukup besar.


Voltmeter Digital @Honda Vario

Untuk pemasangannya sendiri tidaklah terlalu sulit, anda cukup menggabungkan kabel merah dan biru pada voltmeter digital ke + (plus) kunci kontak, dan kabel hitam pada voltmeter digital ke Ground (-). Gbr3


Voltmeter Digital


Socket Kunci Kontak (+ kunci Kontak)




Vario ketika menggunakan HID Projector



















Senin, 21 Januari 2013

Perbedaan Bohlam rem STD dengan LED

Kenapa sih harus mengganti lampu belakang (rem) yang standartnya dengan lampu yang berjenis LED jika kita sudah menggunakan lampu HID?
Perlu diketahui untuk penggunaan HID pada kendaraan roda dua, akan memakan banyak biaya. Yang diantaranya adalah, pemilik motor harus mempersiapkan HID nya itu sendiri bahkan ada yang harus merelakan membeli AKI baru atau mengupgrade dari AKI standartnya ke aki yang lebih besar (Amperenya).
Sudah barang tentu biaya yang dikeluarkan belum mencakup semua hal kebutuhan yang diperlukan supaya HID yang digunakan di motor sempurna. Bahkan sampai ada yang rela mengeluarkan biaya sampai jutaan rupiah demi mendapatkan hasil yang baik.
Bukan berarti menggunakan HID itu tidak baik, banyak cara untuk mendapatkan hasil yang lebih baik ketika kita mau menggunakan lampu HID itu sendiri. Ada yang merubah spull (Menggulung spull), ada yang merubah jalur spull itu sendiri atau yang sering dikenal dengan sebutan FULLWAVE.
Disini penulis akan memberikan solusi yang mudah, aman dan dengan biaya yang minim. 
Kunci utama ketika menggunakan HID adalah pada pengisian ke aki. Salah satu untuk memperbesar pengisian ke aki adalah mengganti kiprok standart / bawaan motor dengan RTC (Regulator Turbo Charger). Kenapa RTC? karena jika menggunkan RTC maka spull atau system kelsitrikan tidak perlu dirubah sampai menjadi FULLWAVE (Full DC), anda cukup merubah system kelistrikan lampu menjadi DC (Lampu utama bisa dinyalakan tanpa harus menghidupkan mesin).  Dan ketika pengisian sudah mencukupi maka alangkah baiknya jika beban yang akan digunakan kita kurangi.
Berikut perhitungannya ketika kita mau menggunakan lampu HID.

(Penulis menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua pihak bahkan sekalipun orang yang awam dengan kelistrikan).

I = W : V

I (Ampere)
W (Watt)
V (Voltase)

Contoh (penulis menggunakan motor yamaha mio sebagai bahan) :
Jika HID yang digunakan adalah berdaya (W) 35watt, dan lampu belakang (rem standart) 21watt, maka 35watt + 21watt = 56watt, kemudian 56watt : 12Volt (Voltase pada aki) = 4,6Ampere. Ini mengartikan bahwa penggunaan HID dan lampu rem saja membutuhkan 4,6Ampere, dan jika motor menggunakan aki dengan muatan arus sebesar 5Ampere maka sisa muatan pada aki ketika menggunakan lampu HID dan rem adalah 0,3Amp.
Hal ini tidak memungkinkan aki anda dapat digunakan untuk beban yang lainnya seperti Stater tangan, klakson, lampu sein, lampu senja dan yang lainnya.

Jenis lampu rem standart




Pembacaan Daya / Watt pada lampu belakang (Rem) adalah seperti contoh gambar diatas, terdapat tulisan 12Volt 21/5Watt yang artinya bohlam bekerja pada voltase 12Volt, dan daya yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu senja adalah 5watt, dan pada saat tuas rem ditekan daya yang dibutuhkan adalah 21watt. Hal ini ditandai dengan lebih terangnya bohlam yang menyala ketika anda menekan tuas rem.

Dan mengapa banyak disarankan untuk mengganti lampu belakang dengan lampu yang berjenis LED? karena daya yang dibutuhkan untuk mengaktifkan lampu LED kurang dari 1watt. Dengan begitu untuk penggunaan lampu HID dapat diperhitungkan sebagai berikut:
35watt : 12Volt = 2.9Amp.
Yang artinya pada saat menggunakan lampu HID hanya membutuhkan arus sebesar 2.9Amp, dan jika muatan arus pada aki sebesar 5Amp maka akan menyisakan 2,08Amp. Hal ini memungkinkan aki masih bisa mengatasi pada saat beban aki bertambah, contoh pada saat anda menggunakan lampu sein, klakson, stater tangan dan lain sebagainya.
Ada baiknya pula jika anda mengurangi beban lampu senja dengan menggunakan lampu LED.

Kiri jenis lampu LED, Kanan jenis lampu Standart




















Rabu, 12 Desember 2012

Pemasangan RTC pada MIO SOUL

Sudah sering penulis mengaplikasikan HID dan RTC di Yamaha MIO SOUL, tapi baru kali ini penulis benar-benar punya kesempatan mengaplikasikan sekaligus meliput beberapa pemasangan dan pengukuran pada aki setelah menggunakan RTC dan HID. Berikut cara pemasangan dan hasil pengukuran penulis.

Petama kali seperti biasa system kelistrikan lampu pada motor kita rubah menjadi DC terlebih dahulu, setelah system kelistrikan lampu sudah dirubah, penulis mengukur pengisian pada aki yang masih menggunakan kiprok standart / bawaan motornya (ORIGINAL). gbr.1

gbr. 1

Setelah melakukan pengukuran pada AKI dengan menggunakan kiprok standart alat pengukur menunjukkan pada angka 12,8Volt, kondisi RPM tinggi (gas dibuka besar). gbr. 2
 
gbr. 2




















Kemudian setelah mengetahui hasil pengukuran aki yang masih menggunakan kiprok / regulator standrat, kiprok standrat kita ganti menggunakan RTC gbr. 3

gbr. 3                                                                                       

RTC kita posisikan di bagasi tengah Yamaha Mio Soul. Setelah pemasangan RTC dan kemudian dilakukan pengukuran pada aki maka didapatkan peningkatan voltase pada saat RPM tinggi (gas dibuka besar), voltase naik berkisar antara 2,5Volt - 3Volt yaitu 14,5Volt - 15Volt. Disini penulis sengaja mengatur stelan RTC pada stelan 15Volt OFF, Artinya pada saat aki sudah mencapai Tegangan (Volt) di 15Volt maka RTC tidak akan mengisi lagi, dan pada saat Voltase menurun maka RTC akan mengisi kembali, begitu seterusnya.  gbr. 4

gbr. 4

Selesai dengan RTC lanjut dengan memasang HID pada motor, kemudian kita lakukan kembali pengukuran pada aki sewaktu HID dalam kondisi ON, dan posisi motor langsam / stasioner. gbr. 5

HID ON
gbr. 5 (Motor dalam keadaan langsam)

gbr. 6





Pada saat motor dalam kondisi RPM sedang (gas dibuka sedikit) kondisi voltase yang semula 12,5Volt naik menjadi 14Volt dan akan semakin naik jika RPM tinggi hingga mencapai voltase yang sudah distel pada RTC. gbr. 6










Catatan penting untuk diperhatikan, pada saat penyetelan RTC usahakan untuk mengukur tegangan (Voltase) pada aki, disarankan jangan melebihi dari 15Volt karena akan merusak aki (aki gembung jika menggunakan aki kering, dan air aki akan cepat kering jika menggunakan aki basah). 
Pada motor Yamaha Mio Soul penulis tetap meggunakan aki standartnya yaitu 3,5Amp (Kering). Ini dikarenakan penggunaan HID yang normal (1 HID) dan setelah dilakukan pengukuran Daya (Watt) yang dibutuhkan untuk bisa mengaktifkan lampu HID ini hanya diperlukan arus sebesar 2Amp pada saat pertama kali ON, dan akan menurun pada saat lampu HID sudah normal menjadi 1,2Amp. Dengan daya sebesar 35Watt dan intensitas cahaya menggunakan 6.000Kelvin. 
Untuk mengurangi beban pemakaian pada aki kita mengganti lampu belakang (rem) dan lampu senja dengan menggunakan lampu jenis LED.













































































































         












Senin, 10 Desember 2012

Pemasangan RTC Honda Vario

Contoh yang diambil untuk pemasangan RTC disini, Penulis menggunakan jenis motor Honda Vario sebagai contoh. 
Perlu diketahui bahwa RTC hanya dapat digunakan pada jenis motor yang system kelistrikan lampunya masih AC (lampu dapat dinyalakan jika mesin dihidupkan), dan kemudian system kelistrikan lampu harus dirubah terlebih dahulu menjadi DC (kunci kontak ON lampu dapat dihidupkan tanpa harus menghidupkan mesin). Hal ini biasa dilakukan jika kita mau menggunakan Lampu HID sebagai pengganti lampu penerangan motor. Jika system kelistrikan lampu motor sudah dalam keadaan menjadi DC maka RTC bisa langsung dipasang.

Langkah yang pertama, Cabut socket kabel kiprok bawaan motor / STD (gbr. 1a & gbr. 1b)

gbr. 1a
gbr. 1b

Langkah yang kedua, Posisikan RTC pada tempat yang aman dan tidak menggangu komponen-komponen yang ada di motor seperti klakson dan kabel-kabel lainnya. gbr 2

gbr. 2


Setelah penempatan RTC sudah benar dan tepat, maka langkah yang terakhir hanya menggabungkan socket tambahan RTC (terdapat pada kemasan RTC) ke socket kabel ex kiprok standartnya. gbr. 3

 
gbr. 3

Sebagai tambahan, motor Honda Vario tersebut menggunakan HID jenis Projector 35watt dan Luxeon 10watt sebagai penerangannya. Lampu-lampu pendukung lainnya digunakan lampu jenis LED untuk mengurangi beban pemakaian aki. Jika lampu HID menggunakan 2 jenis yang sama yaitu 35watt, maka perlu penginstalasian nyala lampu seperti Kawasaki Ninja 250 (Lowbeam nyala 1, pada saat Highbeam nyala ke duanya). Ini dikarenakan spull jenis motor yang system kelistrikan lampunya masih AC kecil, berbeda dengan jenis motor yang system kelistrikan lampunya sudah DC, dan juga Lampu jenis HID sangat membutuhkan ampere yang cukup besar pada saat pertama kali dinyalakan. Maka dari itu ada baiknya jika pada saat menyalakan lampu HID pertama kali, aktifkan satu per satu (jika menggunakan 2 lampu).