Selasa, 15 Maret 2016

MIO Lama pakai Lampu HID

Salam Sukses untuk kita semua..

Paling enak itu kalau naik motor di malam hari Lampunya Melotot terus, biar pengendara sebelah juga ikut melotot.. Hehehehehe... Tapi yang pastinya tetep safety first yahh untuk diri sendiri dan untuk pengguna jalan lain.

Kali ini Penulis mau bebagi seputar pemasangan Lampu HID di Motor Yamaha MIO keluaran tahun 2007.
Mungkin ada sebagian orang yang takut untuk pasang Lampu HID di motor yamaha mio ini. Pasalnya untuk pengisian di Motor Yamaha Mio lama ini masih minim alias kecil. Dengan daya penampung aki 5Amp, namun untuk pengisian pada motor yamaha mio lama ini masih sangat kecil atau standart dari kiprok hanya berkapasitas 3Amp untuk menyuplai aki tersebut.

Jumat, 11 Maret 2016

Lampu Sein LED




Salam Sukses untuk kita semua...

Dalam kesempatan kali ini penulis mau mencoba berbagi kepada semua pengendara bermotor khususnya roda 2 (Motor) yang mau mengganti Lampu Sein nya dengan LED. Namun pastinya pertanyaannya yang sering muncul kenapa kalau diganti dengan Lampu LED koq gak bisa kedip yahh Sein nya..??

Untuk Lampu Sein yang standart / bawaan motornya dapat dilihat tertera tulisan 12Volt / 6Watt, yang dimana artinya Lampu Sein tersebut membutuhkan Tegangan sebesar 12Volt dan Arus yang dihasilkan dari Lampu Sein tersebut sebesar 6Watt. Begitu pun juga dengan Lampu Sein bagian Belakang.

Senin, 07 Maret 2016

Merubah AC ke DC Motor Revo FI

Salam Sukses Untuk Kita Semua...


Hari ini RTC System akan membahas sedikit mengenai perubahaan System Kelistrikan lampu pada Motor Revo FI, yang awalnya masih dengan system bawaan pabrik yaitu AC (Nyala lampu dipengaruhi oleh besar kecilnya Gas), dan Kami merubahnya menjadi DC (Kunci kontak ON lampu ON).


Merubah System Kelistrikan Lampu pada Honda Revo FI 


Sebelum system dirubah kami terlebih dahulu Cek dibagian Aki (Pengisian dr Spull - Kiprok - dan masuk ke aki). Pengecekan pertama, pada Angka Voltmeter Digital terlihat Voltase yang Normal 12.5Volt dengan keadaan Motor tidak dihidupkan. Kemudian pada saat Motor dihidupkan, angka penunjuk pada Voltmeter Digital mengalami kenaikan menjadi 13Volt.

Maka kami dapat menyimpulkan bahwa Kondisi pengisian sangat baik, dan kondisi aki juga dalam keadaan Prima.

Untuk langkah selanjutnya kami, Merubah jalur system kelistrikan lampunya menjadi DC, yaitu pada saat kunci kontak ON lampu bisa dinyalakan tanpa harus menghidupkan mesin motor terlebih dahulu.
Seperti Gambar dibawah ini..


Kunci Kontak Posisi ON lampu ON


Setelah arus kelistrikan lampu dirubah jika posisi kunci kontak ON maka Lampu ikut ON. Ini dikarenakan belum dipasangnya Saklar untuk On/Off Lampu. Kami sarankan untuk memasangkan saklar On/Off lampu pada saat kelistrikan lampu Motor mau dirubah menjadi DC, khususnya untuk motor yang berjenis Injection. Hal ini untuk menghindari hal-hal seperti, Kelebihan beban voltase yang dihasilkan dari Lampu utama. 

Lampu bisa langsung menyala pada saat posisi Kunci Kontak ON



Kami memasangkan Lampu Halogen pada Motor Revo FI hanya untuk percobaan. Dan menggunakan jenis Halogen Cool Blue 12Volt 35/35watt.
Perlu diperhatikan pada saat Motor sudah dirubah menjadi DC, kurangi beban pemakaian kelsitrikan pada motor. Contohnya mengganti Lampu belakang (rem) dengan LED, untuk mengurangi Beban pemakaian Ampere dan Voltase pada Aki. 


Lampu belakang diganti dengan LED



Ohhh iya, setelah Lampu belakang diganti ternyata LED tidak bisa menyala pada saat Lampu Senja dinyalakan, ini dikarenakan Jalur pada lampu senja belakang tidak terhubung ke senja bagian depan motor. Dan harus dirubah terlebih dahulu.
Yaitu, dengan mencopot kabel yang berwarna Kuning dari Socket lampu belakang, dan dihubungkan dengan Kabel tambahan ke Lampu senja bagian depan / bisa juga lngsung ke Kunci Kontak. Jadi pada saat Kunci Kontak ON / Lampu senja depan ON, Lampu senja bagian belakang pun ikut menyala.



Kabel kuning dilepas untuk disambung ke kabel tambahan menuju Kunci Kontak


Setelah semua sudah selesai di instalasi, langkah selanjutnya adalah pengecekan Voltase pada aki. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah Daya dan Voltase pada aki mencukupi untuk Lampu utama, dan Voltase aki tidak Drop pada saat lampu utama / lampu tambahan dinyalakan.

Berikut pengecekan kami..
  • Pada saat Motor dihidupkan lampu dalam keadaan menyala dan gas dalam posisi Langsam. Voltase pada aki menunjukkan angka 12.30Volt yang artinya beban 35watt pada Lampu motor Aki masih dalam keadaan Normal walaupun Gas langsam. 


Voltase pada saat Gas Lamgsam dan Lampu utama ON




  • Dan ketika Gas dibuka sedikit / jalan seikitar 30-40Km/jam, Voltase pada aki mengalami kenaikan yaitu menjadi 13.44Volt. Ini menunjukan Pengisian pada Motor Revo FI mencukupi untuk perubahan dari AC menjadi DC.


Voltase Naik pada saat gas dibuka kisaran 30-40km/jam



Untuk perubahan diatas, tidak ada Part yang diganti. Mulai dari Kiprok, Aki, maupun Spull. 
Sudah dapat dipastikan bahwa Motor Revo FI aman untuk dirubah menjadi DC, tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal, tanpa harus mengganti ini itu, dan tidak diperlukan alat-alat tambahan lainnya. Dan aman untuk pemasangan Lampu HID ataupun Accessoris kelistrikan lainnya, asalkan untuk Instalasi pemasangannya benar dan tepat.

Akan tetapi kami sarankan untuk lebih teliti lagi pada saat merubah jalurnya, karena jika ada kesalahan perubahan pada jalur kelistikan lampu, maka akan terjadi ketekoran pada aki. Dan juga untuk pemasangan saklar tambahan untuk Lampu sangat diperlukan, untuk menghindari Lampu utama ON / Nyala terus menerus. 

Jika anda berminat untuk merubah Motor Revo FI anda, silahkan Hubungi kami untuk info lebih lanjut, Atau silahkan KLIK disini...

Terima Kasih sudah mampir dan kami ucapakan Salam Sukses Selalu



RTC SYSTEM












Rabu, 02 Maret 2016

Lampu HID Bikin Silau..??


Selamat datang dan Terima Kasih sudah berkunjung ke Blog rtc system.

Kali ini penulis, akan membahas apa penyebab Lampu HID di kendaraan anda baik Motor maupun Mobil bikin silau bagi pengendara yang berlawanan arah..

Bukan hanya para pengendara yang menggunakan Lampu HID saja yang harus memperhatikan Fokus dari sinar Lampu kendaraan anda. Bagi anda yang masih menggunakan Lampu Standart pun perlu memperhatikan tingkat kefokusan sinar dari lampu kendaraan anda. Terutama ketika berkendara di malam hari dan dalam keadaan Hujan. Perlu diketahui bukan tingkat Warna sinarnya yang bikin Silau, tapi stelan dan reflektor kendaraan anda yang terlalu tinggi.

Belakangan ini Trend Lampu HID sudah makin di sukai oleh banyak pemakai kendaraan baik roda 2 maupun roda 4. Oleh karena itu makin banyak pula dan bahkan menjamur si penjual / seller Lampu HID itu sendiri. Dan tidak aneh jika dipasaran untuk harga Lampu HID itu sendiri sudah tidak sulit untuk menemukan harga yang sangat murah.
Untuk jenis dari Lampu HID itu sendiri banyak ragamnya, akan tetapi Fungsi dan cara kerja dari Lampu HID itu sendiri sama, yaitu untuk membantu memberikan pencahayaan yang baik bagi si pengendara Motor / Mobil pada keadaan dimana kurangnya pencahayaan lampu jalanan saat malam hari.

Akan tetapi tidak jarang juga bagi penjual/seller Lampu HID yang mengetahui bahwa ketika Instalasi Pemasangan Lampu HID reflektor dari Motor / Mobil haruslah di Setel terlebih dahulu sebelum kendaraan digunakan di jalan raya. Fungsinya adalah untuk memberikan fngsi yang maksimal bagi si pengendara pada saat berkendara di malam hari, dan juga agar tidak menggangu penglihatan pengendara lain yang berpapasan dengan kita.

Perlu diketahui bahwa titik fokus dari Lampu HID dan Lampu Halogen itu sangat berbeda. Dari fisik Lampu HID dan Lampu Halogen pun sudah jelas sangat berbeda. Maka dari itu pada saat pemasangan Lampu HID haruslah diperhatikan untuk Penyetelan Reflektor lampu kendaraan anda. Sebelum kendaraan anda dijalankan pada malam hari ada baiknya di test terlebih dahulu untuk kefokusan sinar Lampu HID di kendaraan anda. Cobalah pada saat Low Beam dan pada saat High Beam.

Berikut tips mudah untuk penyetelan Reflektor Lampu Motor anda.
Penulis menggunakan contoh dengan motor Revo 110.

Langkah Pertama :


Nyalakan Lampu HID anda dengan posisi anda menaiki motor, dan luruskan stang motor, seperti gambar dibawah ini.


Posisikan stang motor Lurus kedepan


Langkah Kedua :


Berdiri Berhadapan sejauh +- 2Meter dengan motor anda, keadaan Lampu HID dinyalakan. Lalu lihat sinar yang paling Fokus / Terang, Sinar ini lah yang menentukan jarak pandang anda nantinya pada saat berkendara. Dan lihat pada kaki anda, jika sinar yang paling terang berada disisi bagian atas lutut anda, maka Reflektor terlalu tinggi dan harus di setting kembali. Untuk jarak pandang yang baik, Bagian sinar yang Fokus / Terang haruslah berada di bagian Lutut bawah sampai ke pergelangan kaki. Lihat pada gambar dibawah ini.




Jarak anda bediri lurus dengan Motor +- 2Meter




Batas Fokus sinar (bagian yang paling terang) 



Langkah Ketiga :


Jika Fokus sinar melewati batas yang ditentukan seperti yang sudah saya jelaskan diatas, Setel bagian Baut Reflektor. Kendorkan terlebih dahulu Baut Reflektornya dan kemudian Tekan Reflektor ke dalam untuk menurunkan Reflektor tersebut. Dan kemudian kencangkan kembali Baut Reflektornya. Setelah itu coba kembali ukur Batas Fokus Sinar seperti langkah kedua.
Untuk penyetelan reflektor di masing-masing jenis motor berbeda. Seperti motor Vario 125 misalnya Baut reflektor terdapat di bagian belakang reflektor, dan ini harus dilakukan pembokaran tameng body bagian depan motor. Dan penyetelannya pun tanpa harus membuka baut stelan reflektornya, cukup di putar ke kanan atau ke kiri menggunakan Kunci ring / pas 10.



Posisi Baut stelan Reflektor



Setelah penyetelan selesai ada baiknya anda mencoba kembali Fokus Sinarnya di jalan atau bisa juga dengan cara dibawa dijalan motor anda.

Untuk kendaraan roda 4, bisa dilakukan seperti langkah-langkah diatas untuk penyetelan reflektornya. Hanya saja pada saat anda berdiri berhadapan di depan mobil anda, beri jarak yang sedikit jauh sekitar +- 2.5 Meter dari Kendaraan anda. 

Selamat mencoba, Jika ada yang kurang mohon dimaafkan dan kami berharap bisa diberi masukkan untuk kebaikan bersama. 



Jumat, 22 Agustus 2014

Pasang HID di Honda BEAT FI Injection

Kali ini penulis lebih spesifik akan menjelaskan bahwa pemasangan Lampu HID pada motor Injection PGM-FI tidak akan ada masalah, yang katanya masih banyak juga para pengguna motor Injection jika mau menggunakan Lampu HID tidak akan bisa jika tanpa merubah system spull menjadi Fullwave dan mengganti Kiprok standartnya dengan Kiprok Tiger.


Untuk saat ini penulis akan membuktikan bahwa pemasangan Lampu HID pada jenis motor Injection PGM-FI ternyata tidak memerlukan perubahan pada Spull (Fullwave) dan Kiprok Tiger maupun Accu dari motor itu sendiri.
Penulis mengambil salah satu contoh yaitu menggunakan Honda Beat FI sebagai bahan pertimbangannya. Berikut penjelasannya.

Awalnya penulis akan memeriksa system kelistrikan dari motor itu sendiri, hal ini untuk menghindari akan terjadinya Accu drop atau tekor pada saat pemasangan Lampu HID nantinya. Kemudian penulis memeriksa keadaan Accu dari motor itu sendiri. Normal pada accu tersebut adalah 12.4Volt pada saat motor dalam keadaan tidak dihidupkan, dan pada saat mesin dihidupkan Voltase pada aki akan dengan sendirinya naik menjadi 14.2 - 14.5 Volt dengan keadaan Langsam (RPM Rendah). Lihat gbr.1



Gbr.1



Jika Voltase pada aki dibawah normalnya (14.2V - 14.5V) pada saat RPM Rendah (langsam) maka dapat dipastikan aki sudah tidak bagus (Normal).

Langkah yang ke.2 penulis menyiapkan Saklar model Toggle untuk On/Off lampu HIDnya. Dan membuatnya dengan menyolder dengan kabel yang sudah disiapkan.
Sudah tentu pembuatan saklar On/Off Lampu sangatlah penting untuk mengurangi pemakaian beban aki pada saat mesin akan dihidupkan menggunakan stater dimana sangat memerlukan Daya yang cukup besar. Jika tidak dibuatkan saklar On/Off lampu maka pada saat Kunci kontak ON maka lampu HID langsung ON yang akan menyebabkan Voltase pada aki akan menurun jauh, meskipun pada saat mesin dihidupkan, spull bekerja untuk pengisian aki dan voltase pada aki akan berangsur naik, namun hal ini juga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan pada Ballast Lampu HID. Gbr.2



Gbr.2 (Jenis saklar On/Off Toggle)


Untuk lebih amannya penulis juga menggunakan karet pelindung pada saklar itu sendiri Gbr.2A, dan menggunakan Skun Bakar untuk melindungi solderan kabel pada kaki saklar. Gbr.2B



Gbr.2A




Gbr.2B



Untuk pelindung bisa juga digunakan solatip hitam untuk melindungi Kabel solderan dan Saklar Toggle dari air. 
Karena posisi untuk saklar akan diletakan pada kabel gas dibawah handle sebelah kanan. Gbr.3



Gbr.3



Langkah ke - 3 Mengganti lampu belakang / rem dengan Lampu LED.
Mengapa harus mengganti lampu belakang / rem dengan Lampu LED..?? Hal ini sudah pernah dijelaskan pada post yang lalu. Yang dikarenakan untuk watt pada Lampu rem belakang pada semua motor adalah 21watt dan 5 watt untuk lampu senjanya. Untuk menghindari pemakaian beban aki yang berlebih pada saat menggunakan HID maka penulis akan mengganti Lampu rem dengan LED. Gbr.4

Akan tetapi perlu diketahui bahwa system kelistrikan lampu pada motor Beat FI tidak sama dengan system kelistrikan lampu pada Beat 110 (lama).
Jika pada system kelistrikan lampu di Honda Beat lama pada saat merubah system kelistrikan lampu depan dari AC menjadi DC maka lampu belakang juga akan ikut berubah menjadi DC (jika kunci kontak ON maka lampu bisa di nyalakan tanpa harus menghidupkan mesin motor). Untuk jenis system kelistrikan pada Honda Beat FI terpisah antara lampu depan dengan lampu belakangnya (Rem). Maka dari itu diperlukan juga perubahan pada lampu belakang tersebut.



Gbr.4


Jika system kelsitrikan pada lampu belakang sudah dirubah maka pada saat kunci kontak posisi ON, Gbr.5 maka Lampu akan langsung ON. Gbr.5A.



Gbr.5



Gbr.5A




Langkah ke-4 adalah mengganti Lampu senja juga dengan menggunakan Lampu LED, hal ini juga untuk mengurangi beban pemakaian aki pada saat HID dinyalakan. Dan System lampu senja pada Honda Beat FI juga sama pada saat mengganti lampu belakang / rem dengan LED. Dengan merubah system seperti ini, dapat juga dikatakan seperti DLR. Gbr.6



Gbr.6



Dan langkah yang terakhir pada saat HID sudah terpasang penulis melakukan pengukuran kembali untuk Voltase akinya, pada saat HID off mesin dihidupkan Gbr.7 dan pada saat HID on langsam Gbr.7A dan juga pada saat HID on RPM agak tinggi Gbr.7B.



Gbr.7



Gbr.7A



Gbr.7B



Akhirnya dari hasil pemasangan Lampu HID di Honda Beat Injection diatas, dapat penulis simpulkan bahwa untuk pemasangan HID pada motor Injection tetap aman meskipun tanpa merubah system Spull menjadi Fullwave dan merubah kiprok menggunakan Kiprok Tiger, dan bahkan tanpa merubah aki sekalipun. Hanya saja lakukan beberapa Tips berikut ini :
  1. Pada saat pemasangan lampu HID system kelistrikan lampu dari motor tersebut tetap harus dirubah menjadi DC tapi bukan Fullwave. Hanya system dari kelistrikan lampunya saja.
  2. Untuk merubah system kelistrikan lampu harus menggunakan Saklar tambahan untuk On/Off lampu HID *DIHARUSKAN.
  3. Mengganti lampu belakang / rem dan lampu senja depan menggunakan LED, akan tetapi jalur Input untuk masing-masing lampu harus dirubah menjadi DC (Kunci kontak ON lampu LED ON).
Berikut penulis berikan Videonya pada saat mesin motor dihidupkan dengan kondisi HID ON.





Masih bingung punya motor Injection mau pasang HID..?

Mau pasang HID tapi takut tekor akinya..?

Mau pasang tapi gak mau ribet-ribet ganti spull dan macem-macemnya..?

Mau pasang tapi males keluar rumah buat nyari-nyari HID nya sekalian pemasangannya..?


Klik aja www.pasanglampuhid.blogspot.com













Minggu, 29 Juni 2014

!!!!!!!!!.........PROMO BULAN RAMADHAN........!!!!!!!!

KAMI MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, BAGI ANDA YANG MENJALANKANNYA.



Untuk menyabut Lebaran tahun 2014 ini kami dari RTC System memberikan PAKET PROMO untuk HID RTC System berikut pemasangannya, dan juga untuk anda yang menggunakan motor Honda Vario 110, Xeon 125 yang menggunakan 2 Lampu utama, tersedia dengan paket berikut Fullwave, Kiprok Tiger dan juga Aki 6Amp GS.

Kini anda tidak perlu lagi repot-repot untuk mencari Lampu Xenon HID yang berqualitas untuk Motor anda. Tidak perlu repot-repot untuk menghabiskan waktu anda untuk mencari ke setiap toko di jakarta untuk menggunakan Lampu HID pada Motor anda. Kami juga menerima pemasangan di Tempat anda baik dirumah maupun di kantor anda.

Untuk jenis Paket Promo yang kami tawarkan silahkan klik pada Link berikut ini. 




Honda Vario 110 with Fullwave + Kiprok Tiger + Aki 6Amp GS




HID Komplit Fullwave Untuk Honda Vario dan Xeon





HID RTC System Suzuki Satria FU



Senin, 23 Juni 2014

HID RTC System Ballast AC

Kini HID RTC System hadir dengan Ballast dengan system AC. Ballast dengan system AC disini bukan berarti HID yang bisa langsung digunakan pada system kelistrikan lampu motor yang masih AC, melainkan perakitan komponen ballast yang didalamnya lebih baik daripada system ballast DC. Semua komponen yang dianut oleh ballast AC adalah lebih baik ketimbang dengan ballast DC. Hal ini dapat dilihat dari berbedanya fisik ballast itu sendiri, perbedaan dari kabel-kabel yang digunakan oleh ballast AC juga terlihat jelas.

Seperti yang sudah dijelaskan pada halaman berikut Jenis Ballast, Disini dijelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan dari jenis ballast DC maupun ballast AC.
Untuk itu Penulis mengingatkan kembali, teliti sebelum anda membeli dan mau memasangkan Lampu Jenis Xenon HID pada kendaraan anda.

HID RTC System berusaha untuk memberikan Pelayanan dan Produk yang lebih berqualitas untuk kendaraan anda, dengan begitu diharapkan para calon customer dan pengguna jasa pemasangan dari kami lebih percaya untuk menggunakan produk Xenon HID RTC System.
Berikut perbedaan dari jenis ballast yang pertama (DC) dan yang baru (AC) dari produk HID RTC System.




Perbedaan fisik jenis Ballast AC dan DC



Untuk perbedaan fisik diatas sudah jelas terlihat antara Ballast DC dengan Ballast AC. Sudah Tentu untuk qualitas sangat berbeda, mulai dari qualitas intensitas cahaya maupun daya dari ballast itu sendiri.

Berikut perbedaan kedua yang terlihat dari jenis ballast AC dengan DC. Perhatikan gambar dibawah ini.






Perbedaan yang kedua dari Jenis Ballast RTC System



Perhatikan gambar yang diberi lingkaran diatas, Jenis kabel Output (Menuju ke Bohlam HID) pada ballast jenis AC ditandakan dengan kabel berwarna Merah - Biru. Sedangkan pada ballast DC kabel output (Menuju ke Bohlam HID) ditandakan dengan kabel berwarna Merah - Hitam.
Jika dibandingkan berat dari ballast AC dengan DC juga bisa dirasakan perbedaannya, Untuk ballast DC lebih ringan dibandingkan dengan Ballast AC.

Untuk Perbedaan yang dapat dilihat selanjutnya adalah pada saat pengukuran Voltase pada aki, Ternyata Ballast AC lebih rendah untuk pemakaian beban Voltase aki dibandingkan dengan Ballast DC.
Dibawah ini contoh pemasangan ballast HID AC dan DC pada motor Honda Revo 2008, dengan kondisi spull sudah Fullwave dan kiprok menggunakan Orisinil Honda Tige, Aki sudah menggunakan aki satria FU (6Amp).




Gbr.1



Pada gambar 1 diatas, Ballast Menggunakan jenis Ballast AC dan kondisi Lampu HID ON. Voltase pada alat pengukur menunjukkan 12.36Volt dengan kondisi gas langsam (Normal). Pada saat kondisi lampu HID nyala / ON penulis tidak menaikan gas, hal ini untuk mengecek seberapa  besar Voltase yang digunakan oleh jenis ballast itu sendiri.




Gbr.2




Selanjutnya penulis menukar ballast HID dengan ballast jenis DC, dan hasil pengukurannya terlihat pada gambar 2 diatas. Posisi Lampu HID ON / Nyala dan mesin langsam (RPM Rendah), Voltase pada alat pengukur menunjukan 12.04 Volt. Hal ini jelas sangat berbeda dari hasil pengukuran beban pemakaian ampere dan voltase yang dibutuhkan oleh Ballast jenis DC dan Ballast jenis AC.

Namun perlu diketahui bukan karena pemakaian beban aki / Voltase yang lebih besar maka cahaya / sinar yang dihasilkan dari Ballast itu lebih terang, kenyataannya sudah penulis test dengan sederhana, yaitu membandingkan sinar yang dihasilkan oleh ballast AC dengan ballast DC, berikut hasilnya.




gbr.1a




gbr.1b




Pada gambar 1a diatas menggunakan jenis ballast DC dengan lampu HID 4.300 Kelvin, perhatikan yang diberikan tanda, sinar yang dihasilkan dari jenis Lampu HID 4.3K hanya bagian bawah saja yang sinarnya kuning. Dimana seharusnya sinar / cahaya yang dihasilkan oleh Lampu HID 4.3K adalah kuning menyeluruh. Dan sangat baik digunakan pada saat hujan dan kondisi jalan berkabut.
Begitu juga pada saat lampu jauh / Highbeam, sinar kuning yang dihasilkan hanya pada bagian bawah saja tidak menyeluruh. 




gbr. 2a




gbr. 2b


Kemudian penulis mengganti Ballast dengan jenis AC dan masih menggunakan Lampu HID dengan 4.3K, Sinar / Cahaya yang dihasilkan oleh lampu HID 4.3K jelas terlihat Kuning menyeluruh dengan daya pancaran sinar maksimal yang sangat membantu anda berkendara pada saat hujan maupun melewati jalan berkabut (gbr.2a). Begitupun juga pada saat Lampu jauh / Highbeam sinar / cahaya yang dihasilkan kuning menyeluruh dengan daya pancaran sinar yang bulat. 




Bagi anda yang berminat untuk memasang Lampu HID ataupun sharing masalah kelsitrikan dan apapun yang bersangkutan dengan lampu HID silahkan hubungi CP dibawah ini.

ROY 08988813588 (sms / WA Only)
Pin : 28342C7D

Dan untuk melihat produk dari kami silahkan Klik Pasang Lampu HID.

Salam Sukses Selalu




KARYA MANDIRI
        ROY